RALAT: BATAS WAKTU FVPSAN 2016 DIPERPANJANG

Mempertimbangkan tingginya animo mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropologi se-Indonesia atas Festival Video Pembelajaran Sosiologi dan Antropologi Nasional 2016, maka guna menyaring lebih banyak lagi keikutsertaan mereka. Maka panitia FVPSAN 2016 memperpanjang batas waktu Pengiriman Karya.

Berikut perubahan jadwal FVPSAN 2016

  1. Pengiriman karya             : 15 Agustus – 31 Oktober 2016 (cap pos)
  2. Penjurian karya                 : 05 November 2016
  3. Pengumuman nominasi : 07 November 2016
  4. Penganugerahan              : 15 November 2016

Demikian, semoga bermanfaat.

Info lengkap tentang FVPSAN 2016 klik di sini.

SELAMAT!! BERTAMBAH SATU DOKTOR SOSANT LULUSAN AUSTRIA

2016-10-20-PHOTO-00000177

Pada tanggal 13 Oktober 2016, Fadly Husain -dosen Jurusan Sosiologi dan Antropologi, telah dinyatakan lulus dari program doktoral yang ditempuhnya di Medical University of Vienna, Austria. Disertasi yang berhasil dipertahankannya mengambil spesifikasi Antropologi Kesehatan dengan judul Medical Pluralism In West Nusa Tenggara Indonesia. Penelitian yang dilakukannya ini adalah mengenai pengobatan berbasis kearifan lokal dan fenomena belian sebagai orang yang memiliki kemampuan pengobatan tradisional berbasis bahan alam. Karya ini diselesaikannya dengan bimbingan dari supervisor Prof. Dr. Michael Kundi dan Thesis Commitee Prof. Dr. Michael Frass. Dengan dipertahankannya disertasi di hadapan para penguji, maka Fadly Husain berhak menyandang gelar Dr. Scient. Med. (Doktorat Scientiae Medicae). Sebelumnya, pada April 2016, temuannya ini juga telah dipamerkan di Lange Nacht der Forschung sebagai ajang untuk diseminasi hasil penelitian. Penyelesaian studi doktoral ini adalah salah satu pencapaian yang sangat membanggakan bagi Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, sebagai kontribusi nyata dari civitas akademika atas capaian reputasi internasional UNNES dalam kancah akademis. Hasil ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi segenap warga jurusan pada khususnya dan FIS serta UNNES pada umumnya. Sekali lagi, selamat!!

Tempuh 2000 Km menuju Medan, Mahasiswa SOSANT Raih Juara III LKTI Nasional Universitas Sumatera Utara

TIM KTI Sosant Terima Penghargaan LKTIN di USU Medan
TIM KTI Sosant Terima Penghargaan LKTIN di USU Medan

Penghujung bulan september 2016 menjadi momentum yang mengesankan bagi mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Setelah sebelumnya Tim PKM Sosant meraih medali perunggu dalam ajang Pimnas 2016 di IPB Bogor, kali ini tiga orang mahasiswa yaitu Nuzulul Vika Aulia, Mufita Wafiana, dan Bondan Lesmana kembali berhasil menyabet juara III dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional (LKTIN) PEMA ARGICULTURE FAIR Universitas Sumatera Utara 2016 yang diselenggarakan pada tanggal 22 – 25 September 2016 di Kota Medan Sumatera Utara. LKTIN yang diselenggarakan oleh Universitas Sumatera Utara pada tahun ini mengambil tema : “Peran Pemuda Sebagai Agent of Change untuk Membangun Indonesia Mandiri 2025” pertanian, lingkungan, budaya, ekonomi, energi, pangan, kesehatan, dan teknologi.

Dalam ajang LKTIN di USU tersebut tim KTI Jurusan Sosant mengusung karya tulis yang berjudul “Sedekah Kotoran Sapi Sociopreneurship (Sekopiship) : Upaya Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Melalui Pemberdayaan Peternak Sapi dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Blora Jawa Tengah”. Setelah melalui seleksi yang ketat, akhirnya Karya Tulis tersebut masuk dalam babak Final (20 besar) dan harus mempresentasikan langsung di hadapan dewan juri di USU Medan, atas dukungan dari Fakultas Ilmu Sosial Unnes, akhirnya ketiga mahasiswa dapat berangkat ke USU dan mempresentasikan gagasan tulisnya di hadapan dewan juri. Pada akhirnya, Tim KTI Sosant tersebut diumumkan sebagai juara III dan berhak meraih Trophy, Piagam, dan Uang Pembinaan.

Semoga semangat menulis, semangat juang berangkat ke Medan dengan modal pas-pasan bahkan harus rela tidur semalam di Bandara Soekarno Hatta, serta keberanian melakukan presentasi di Universitas luar menjadi inspirasi bagi semua mahasiswa, bahwa tidak ada perjuangan yang sia – sia.

Sosiolog UGM Dr Arie Sujito Berikan Kuliah Umum di Sosant

berita-sosant-2

Bertempat di Gedung C7 lt 3 FIS Unnes,  Kurang lebih dari 120 mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengikuti Studium General pada hari Selasa 27 September 2016.  Hadir sebagai pembicara DR. Arie Sujito, M.Si. Kepala Departemen Sosiologi FISIPOL UGM Yogyakarta sekaligus Sekjen Ikatan Sosiologi Indonesia.

Acara yang di buka oleh Ketua Jurusan Sosiologi Antropologi Kuncoro Bayu prasetyo mengusung tema “Sosiologi dalam Wajah Pendidikan di Indonesia”. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai kuliah pembuka bagi mahasiswa baru Jurusan Sosiologi Antropologi angkatan 2016.

Ketua Jurusan Menandaskan bahwa mahasiswa dituntut untuk  berfikir lebih maju selama menekuni kuliah di Unnes empat tahun mendatang serta bagaimana lebih mencintai Sosiologi dan Antropologi.

Dalam kesempatan yang sama antara Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS Unnes dengan Departemen Sosiologi FISIPOL UGM Yogyakarta menandatangani surat kesepakatan Memorandum of Agreement (MOA) dalam bidang pendidikan, penelitian dan kerjasama. Penandatanga MOA dilakukan oleh Ketua Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS Unnes, Kuncoro Bayu Prasetyo, S.Ant,M.A. dan Kepala Departemen Sosiologi FISIP UGM, Dr. Arie Sujito, M.Si. Diharapkan MOA ini akan menjadi awal dari rintisan kerjasama bagi pengembangan kedua lembaga ke depan.

Ke Kamboja: Dosen Sosiologi Antropologi Unnes Ikuti The 13th Asia Pacific Sociological Association (APSA) Conference

lilis

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali mendapatkan kepercayaan untuk kiprah akademisnya di level kawasan Asia Pasifik. Hal ini ditandai dengan terpilihnya paper Hartati Sulistyo Rini, S.Sos, M.A, dosen Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, yang berjudul Child-Welfare and Socialization Process in Migrant Families : Case Study in Java’s RuralCommunity, Indonesia untuk dipresentasikan dalam The 13th Asia Pacific Sociological Association (APSA) Conference, pada tanggal 24-25 September 2016 yang diselenggarakan di Cambodia-Korea Corporation Center (CKCC), Royal University of Phnom Penh, Kamboja.

Konferensi ini terselenggara berkat dukungan dari ASEAN University Network (AUN), Regional Centre for Social Sciences and Sustainable Development (RCSD),  Chiang Mai University (CMU), dan University of Sydney (USyd). Tema konferensi kali ini adalah “Globalization, Mobility, and Borders: Challenges and Opportunities in the Asia-Pacific”.

Pada konferensi APSA tahun 2016 ini, tercatat adanya 108 paper presenter yang terbagi dalam 35 panels session berasal dari 18 negara Asia Pasifik (dari Cina sampai Australia), bahkan terdapat 2 paper presenter dari kawasan Amerika Utara (Canada). Fenomena sosial yang diangkat dalam konferensi ini menjadi sangat menarik karena bersentuhan dengan perubahan sosial, tekanan globalisasi, liberalisasi dan mobilitas antar negara. Kajian-kajian yang muncul antara lain tentang dinamika globalisasi, mobilitas sosial dan migrasi, konflik dan tantangan di perbatasan, peran agama dalam transformasi sosial dan konflik sosial, etnisitas, akulturasi dan artikulasi identitas, transisi agraria, perubahan iklim dan adaptasi lokal, pemerintahan dan demokrasi, sumber daya dan keberlanjutannya, kesehatan dan perubahan konteks ekonomi, pendidikan dan kesetaraan, perdagangan manusia, warisan budaya dunia, urbanisme dan ruang publik, serta konsumsi media. APSA merupakan lembaga yang didirikan pada tahun 1996 oleh Prof. John Western (University of Queensland) yang berusaha mewadahi jaringan akademisi sosiologi, jurusan sosiologi, para pemerhati, perencana dan pembuat kebijakan pada level regional, sekaligus merupakan asosiasi yang tergabung dalam International Sociological Associations (ISA).