Guest Lecture Sosant : Berbagi Ilmu Pendidikan dari University of Adelaide

Jumat siang, 24 Maret 2017, situasi berbeda nampak di Ruang Aula FIS. Hari dimana biasanya kampus mulai lengang, dan kegiatan mahasiswa mulai berkurang, namun kali ini suasana hangat, serius tapi menyenangkan tergambar dengan jelas di wajah mahasiswa. Hari itu Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES menerima tamu istimewa yaitu Dr. Ardian Wahyu Setiawan, M.Ed yang menuntaskan pendidikan doktoral pendidikan dari University of Adelaide, Australia. Kuliah tamu yang bertajuk : Innovative Learning Environment (ILE) And Teacher’s Professional Identity ini diikuti oleh 150 mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropologi dari berbagai angkatan.

Dalam acara ini dikupas mengenai menarik dan menantangnya profesi guru. Bahwa guru bukan hanya menjadi sebuah pekerjaan, namun lebih dari itu, menjadi guru adalah panggilan jiwa. Oleh karena dibutuhkan ketrampilan, kemampuan dan kemauan menjadi guru yang profesional yang berada pada tantangan jaman global. Inovasi-inovasi dalam pembelajaran menjadi urgent, apalagi terkait dengan media dan lingkungan pembelajaran. Berbagai pendekatan kepada siswa juga ditekankan dalam usaha mewujudkan suasana belajar yang menyenangkan dan kondusif. Selain itu, Dr. Ardian juga menyatakan , menjadi guru pada masa sekarang ini, berbeda dengan menjadi guru di masa lalu. Berbagai kesempatan ditawarkan baik oleh pemerintah maupun pihak lainnya, sangat terbuka. Fasilitasi untuk kesejahteraan, bahkan studi lanjut juga tersedia dari berbagai jalur.

Di akhir pertemuan, doktor yang ternyata juga memiliki hobi bermusik dan bermain gitar ini didaulat untuk menyumbangkan beberapa lagu untuk menyegarkan suasana. Sesi foto bersama akhirnya menjadi penutup kegiatan kuliah tamu kali ini.

WhatsApp Image 2017-03-31 at 10.25.51

Nuzulul Fika Aulia Berhasil Terpilih Mewakili FIS untuk Mengikuti ‘Mapres Competition’ Tingkat Universitas

“Kemenangan adalah Milik Para Mereka yang Tekun.  Iya, begitulah sekiranya kalimat yang tepat untuk menggambarkan ‘mapres competition’ di Fakultas Ilmu Sosial”.

Rabu, 22 Maret 2017, Fakultas Ilmu Sosial menyelenggarakan kompetisi mahasiswa berprestasi. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial. Sebelum kegiatan puncak ‘mapres competition’ (Kopetisi Mahasiswa berprestasi) dilakukan, sebelumnya dilakukan ‘mapres academy’ yang dilakukan untuk menjaring dan memantapkan para calon mapres di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial. Adapun peserta dari ‘mapres academy’ adalah para mahasiswa terbaik dari masing-masing jurusan dan prodi yang ada di Fakultas Ilmu Sosial, yaitu Sejarah, PKn, Geografi, Sosiologi dan Antropologi, serta PIPS.

Berdasarkan evaluasi dari ‘mapres academy’, terjaringlah 10 besar peserta ‘mapres competition’ dengan berbagai aspek penilaian, mulai dari IPK, Karya Tulis Ilmiah, Bahasa Inggris sampai berkas berupa prestasi yang dipereloh para peserta mapres. Pelaksanaan ‘mapres competition’ tahun ini ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya, sebab dalam mapres tahun ini ada tambahan penilaian untuk aspek attitude. Sehingga menjadi mapres yang merepresentasikan mahasiswa di Universitas Negeri Semarang, IPK, jago Bahasa Inggris, dan banyak prestasi saja tidak cukup tanpa disertai kecerdasan sosial. Hal ini dilakukan sebagai cerminan dari Kampus Konservasi.

Setelah melaksanakan serangkaian lomba mulai penjurian berkas, presentasi Bahasa Inggris, dan presentasi karya tulis di depan para dewan juri, perwakilan mahasiswa dari Sosiologi dan Antropologi berhasil menjadi Mahasiswa Berprestasi 1 Fakultas Ilmu Sosial. Menurut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Bapak Drs. Moh. Solehatul Mustofa, M.A. “Teruslah menantang diri untuk mau mencoba mengembangkan kemampuan. Para mahasiswa yang menjadi peserta dalam kegiatan mapres competition tahun 2017 ini adalah para pemenang. Terus rawatlah kemenangan dengan melakukan sesuatu yang terbaik yang disertai pengembangan kemampuan”.

“yang terpenting dari ‘mapres competition’ bukanlah kemenangan, namun bagaimana bertanding dengan usaha yang terbaik” Tutur Nuzulul Fika Aulia yang akan mewakili Fakultas Ilmu Sosial dalam ajang ‘mapres competition’ di tingkat universtitas dengan Karya Tulisnya yang berjudul, Sedekah Kotoran Kuda Culturpreneurship (Sekokuship): Upaya Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Peternak Kuda dan Pengangguran di Nusa Tengara Timur untuk Memenangi Persaingan Global, 2025.

Setelah ‘mapres competition’ tingkat fakultas selesai dilakukan, saat ini Nuzulul Fika Aulia bersama juara 2 akan dikarantina untuk mempersiapkan ‘mapres competition’ tingkat universitas Bulan April mendatang.

Sekali lagi Selamat kepada Nuzulul Fika Aulia dari Jurusan Sosiologi dan Antropologi atas prestasi yang diraihnya. Mari kita doakan bersama, semoga Fika bisa menunjukkan performa terbaiknya dalam ‘mapres competition’ tingkat universitas, sehingga bisa menorehkan prestasi yang membanggakan serta mengharumkan nama Jurusan Sosiologi dan Antropologi serta Fakultas Ilmu Sosial. Amin.WhatsApp Image 2017-03-23 at 12.01.33

Penampilan Fika saat kompetisi Mapres Academy

WhatsApp Image 2017-03-23 at 12.03.04

Foto Bersama Ibu Bapak Dosen Pembimbing Mapres Jurusan Sosiologi dan Antropologi