Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Pendidikan Sosiologi & Antropologi, S1

Sedang mencari jurusan favorit ?? Program Studi Pendidikan Sosiologi & Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang membuka pendaftaran mahasiswa baru jalur Seleksi Mandiri (SM-UNNES). Prodi ini memiliki SDM dosen lulusan dari berbagai PT terkemuka di dalam dan luar negeri. Dosen terdiri dari (Profesor, Doktor, Magister) yang berkompeten di bidangnya. Jumlah SKS yang wajib ditempuh oleh mahasiswa untuk menyelesaikan studi minimum 144 SKS, terdiri atas Mata Kuliah Umum, Mata Kuliah Keahlian, dan Mata Kuliah Pilihan.

Prodi ini memiliki Laboratorium Produksi Media Audio-Visual, Laboratorium Praktik Mengajar (Microteaching), dan Laboratorium Pusat Kajian dan Pengembangan Masyarakat Pedesaan yang dapat menunjang prestasi mahasiswa. Lulusan Pendidikan Sosiologi & Antropologi berpeluang menjadi Guru/Dosen Sosiologi & Antropologi, Peneliti Sosial Budaya, Penulis Buku/Artikel, Jurnalis, Kewirausahaan Sosial, Konsultan, Fasilitator, Pemberdayaan Masyarakat, Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN), Pegawai BUMN, Pegawai Swasta, dll.

Pendaftaran bisa dilakukan pada :
Pendaftaran Online                      : 18 Mei-3 Agustus 2020
Pembayaran Pendaftaran        : 18 Mei- 4 Agustus 2020
Pengumuman Hasil Seleksi     : 13 Agustus 2020

Segera daftarkan diri kalian…
Informasi pendaftaran lebih lanjut bisa di akses disini.

Pelatihan Public Speaking bersama Wahyu Triana

Jumat (20/12) Sosant kedatangan tamu spesial. Kali ini Wahyu Triana, alumni Jurusan Sosiologi dan Antropologi yang telah sukses dan malang melintang di bidang kepewaraan, berkesempatan membagikan ilmunya kepada mahasiswa dalam kegiatan Pelatihan Public Speaking. Kegiatan ini sebagai bentuk pengembangan soft skill mahasiswa di era informasi seperti saat ini.

Perlu diketahui, Wahyu Triana merupakan alumni Sosant dengan predikat sebagai lulusan terbaik, yang juga berhasil mendapatkan Beasiswa LPDP di Jurusan Antropologi UGM. Di lain kesempatan, dia juga meraih prestasi sebagai Miss Persahabatan Wardah 2018.

Saat ini dia disibukkan dengan menjadi MC di banyak kegiatan Bappenas, LPDP Nasional, dan di banyak event lainnya.

“Suatu kebanggaan mahasiswa  Sosant bisa belajar langsung dari alumninya. Sekaligus ini sebagai wujud kontribusi alumni dalam memajukan almamaternya. Sesuai dengan kompetensi yang dimiliki alumni. Ke depan akan ada banyak alumni yang kami libatkan dalam pengembangan SDM Unggul Mahasiswa Jurusan Sosiologi dan Antropologi” papar Asma selaku Ketua Jurusan Sosant.

Features: Inspirasi dari Sosiolog Perempuan Indonesia yang Mendunia

Wawancara dengan Prof Atik

Setiap wanita memiliki kedudukan yang sama dimata dunia. Hal demikian sering disebut dengan istilah Gender Equality. Bidang inilah yang kemudian digeluti oleh seorang cendekiawan cantik dari Yogyakarta yaitu Prof. Siti Kusujiarti, Ph. D. atau yang lebih dikenal dengan nama Prof. Atik, Ketua Departemen Sosiologi dan Antropologi, Warren Wilson College di North Carolina Amerika Serikat. Kami (Elsa, Naila & Gaby) berkesempatan untuk dapat bertemu dan berbincang singkat dengan beliau disela-sela kunjungan akademiknya ke Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES pada hari Jumat 26 Juli 2019. Prof Atik adalah seorang sosiolog perempuan Indonesia yang sukses menembus karir akademik sebagai dosen di Amerika Serikat, bahkan saat ini menduduki jabatan sebagai Kepala Departemen di Warren Wilson College.

Prof Atik menjelaskan ketertarikannya dengan bidang Sosiologi mulai muncul saat masih SMP sehingga saat SMA beliau mantab memilih jurusan Ilmu Sosial. Perjalanannya sangat panjang dan tidak mudah hingga bisa mencapai karirnya di Negeri Paman Sam. Dimulai dari tahun 1988 beliau mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan magisternya di University of Kentucky, lalu beliau melanjutkan pendidikan doktornya dengan beasiswa di universitas yang sama sekaligus menjadi research assistant. Setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya beliau memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Namun, tidak lama kemudian beliau mendapat tawaran kembali ke Amerika untuk mengikuti program post doctoral di Ohio University tahun 1997. Bersama dengan ex-advisor beliau berhasil menerbitkan buku pertamanya yang berjudul Power, Change, and Gender Relation in Rural Java. Hingga akhirnya Prof. Atik mulai mengajar di Warren Wilson College di negara bagian North Carolina pada tahun 2000 dan akhirnya menjadi kepala Departemen Sosiologi dan Antropologi pada tahun 2008 sampai sekarang.

Dalam merintis karir hingga seperti saat ini beliau memperoleh dukungan dari suami tercintanya. Rintangan yang dilalui selama ini adalah seputar isu mengenai multiple roles of gender dalam pembagian tugas rumah tangga. Namun, hal itu tak lantas menjadi masalah besar karena nyatanya rasa saling memahami dan mendukung satu sama lain mampu terwujud di tengah kehidupan rumah tangga pasangan ini, sehingga Prof. Atik dapat melalui masa-masa perjuangannya di Indonesia-Amerika. Saat mereka memiliki seorang bayi berusia 3 bulan, Prof. Atik mendapatkan tugas dan tanggung jawab mengikuti post doctoral di Ohio University. Beliau pun menginginkan untuk menunggu buah hatinya sampai berusia 7 bulan namun suaminya memutuskan untuk mengambil alih tugas mendidik anak kecilnya selama 3 tahun di Australia sebelum akhirnya bergabung menemui Prof. Atik di Amerika Serikat dan menetap di sana. Walaupun demikian, hal ini tidak memicu munculnya stratifikasi dalam keluargnya. “Dalam arti konsep gender kita harus lebih fleksibel sehingga dapat membuat perempuan lebih maju” ucap Prof. Ati menyimpulkan.

Menjadi akademisi perempuan yang memiliki jam terbang tinggi tidak lantas membuat Prof. Atik terjebak pada fase jenuh dan bosan berkepanjangan terhadap segala kepadatan pekerjaan yang beliau miliki. Beliau pun dengan murah hati membagikan kepada kami mengenai resep menjaga semangat dalam menjalani suatu pekerjaan yang sedang digeluti. Beliau mengungkapkan, “Pertama, kita harus melakukan pekerjaan yang kita sukai, traveling, dan nikmati variasi kegiatan dalam pekerjaan, serta harus memiliki tujuan dan alasan yang jelas mengenai pekerjaan tersebut”. Hal ini berhasil beliau terapkan dalam kehidupannya, beliau melakukan segala kegiatan dalam pekerjaannya dengan enjoy, melakukan perjalanan ke berbagai belahan bumi dan pulang ke Indonesia setahun sekali yang mana dalam kesempatan pulang itu pun masih beliau gunakan untuk berbagi pengalaman dan ilmu seperti yang beliau lakukan dalam acara Guest Lecture di UNNES pada Jumat, 26 Juli 2019 dengan tema “Gender and Development”. Selain itu, Prof.Atik tidak lupa memberikan motivasi kepada para pemuda sekarang untuk memiliki tujuan yang jelas dan percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Prof Atik pernah mengatakan tidak akan menikah sebelum mencapai pendidikan S3 nya. Begitulah prinsip beliau yang pernah tertanam pada dirinya saat itu. “Yakinlah dengan tujuan hidupmu, percaya diri dalam mencapai tujuan”, demikian pesan inspirasi sang Kartini masa kini di akhir percakapan yang kami lakukan.

—- Kontributor:  Elsa-Naila-Gaby (SOSANT2018)—

Dosen Sosiologi dari USA Isi Guest Lecture di Sosant FIS Unnes

Jumat (26/7/2019) Jurusan Sosiologi dan Antropologi kedatangan tamu istimewa, Prof. Siti Kusujiarti, Ph.D. pakar Sosiologi Gender sekaligus Chair of The Dept. of Sociology and Anthropology Warren Wilson College, North Carolina,  Amerika Serikat. Beliau hadir di SOSANT UNNES dalam bingkai kegiatan International Guest Lecture. Perempuan asli Yogyakarta ini merupakan akademisi Indonesia telah puluhan tahun mengajar sebagai dosen tetap di Amerika Serikat.
Kegiatan Guest Lecture SOSANT dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Arif Purnomo. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari program UNNES Mendunia sesuai dengan visi UNNES, dan Jurusan Sosiologi dan Antropologi sebagai salah satu komponen UNNES turut berkontribusi & berpartisipasi mencapai visi tersebut.
Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan materi tentang Gender and Development, membahas lebih jauh tentang bagaimana kita harus bisa lebih berpikir kritis dan reflektif tentang peran, akses, dan manfaat dari masing-masing agen (baik laki-laki maupun perempuan) di dalam pembangunan masyarakat global.
Meskipun diselenggarakan pada saat liburan Semester, Guest Lecture ini mendapatkan sambutan yang hangat dari civitas akademika SOSANT bahkan juga para alumni maupun mahasiswa dari luar jurusan SOSANT juga hadir dan aktif dalam berdiskusi.

Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES Raih Tiga Penghargaan dalam Ajang FIS Award Tahun 2018

Semarang (21/12), Fis Award adalah sebuah ajang bergengsi tingkat fakultas dalam bentuk penganugrahaan terhadap prestasi dan kinerja yang dicapai oleh dosen, karyawan dan mahasiswa selama satu tahun di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi dan memacu semangat kerja dan prestasi bagi seluruh warga FIS UNNES.

Dalam pelaksanaan FIS Award Tahun 2018 ini, Jurusan Sosiologi dan Antropologi berhasil meraih 3 (tiga) penghargaan sekaligus yaitu, kategori Sub-Unit dengan Kinerja Terbaik se-FIS UNNES, kategori Dosen Teladan yang diberikan kepada Dr. Atika Wijaya, dan kategori Mahasiswa Berprestasi yang diraih oleh Sdr. Tiara Dwi Syania.

Ketua Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Kuncoro Bayu Prasetyo, S.Ant., M.A menyampaikan, dipenghujung  tahun 2018 ini menjadi sebuah moment yang membahagiakan sekaligus menjadi spirit di tahun yang akan datang.  Karena Jurusan Sosant mendapat 3 (tiga) penghargaan sekaligus dalam ajang FIS Award Tahun 2018. Selanjutnya beliau mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Sosant dan berharap tradisi berprestasi ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk tahun-tahun yang akan datang.

Selenggarakan Seminar Nasional Kebudayaan, HIMA SOSANT Hadirkan Sujiwo Tejo

Sabtu (20/10) Himpunan Mahasiswa Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES menyelenggarakan Seminar Nasional Kebudayaan, bertempat di Audiotorium Prof Wuryanto UNNES kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNNES Dr. Moh. Solehatul Mustofa M.A. Dalam Sambutannya beliau menyampaikan, saat ini kita berada di era disrupsi dimana semua berubah dengan cepat. Pengetahuan dan Pemahaman  nilai-nilai budaya sangat di perlukan guna dijadikan pegangan dalam menitih tahapan zaman. Selanjutnya Beliau berpesan kepada mahasiswa supaya senantiasa mempertahankan nila-nila kebudayaan ditengah perkembangan era digital.

Seminar Nasional yang mengangkat tema tentang “Urgensi Nilai-Nilai Budaya di Era Disrupsi” ini mengundang Budayawan Nasional Sujiwo Tejo dan CEO PT Identix Pratama Indonesia sekaligus penggiat batik nasional Irma Susanti., S.Pd. dengan Moderator Drs. Ilyas M.Ag dosen FIP UNNES. dalam ceramahnya di hadapan hampir 1000 mahsiswa, Sujiwo Tedjo menekankan “jika kita ingin lebih hebat dari negara lain, maka kita harus nguri-uri budaya kita”.

Kegiatan ini semakin meriah ketika sujewo Tejo membawakan lagu yang dikolaburasikan bersama paduan suara UNNES. ada beberapa lagu yang dinyanyikan seperti lagu Sugih Tanpo Bondo, Semacam Riang, Lullaby dan lagu Jawa lainnya ciptaan sujewo tejo.

JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI FIS UNNES MENJADI TUAN RUMAH DALAM KEGIATAN RAKORNAS AP3SI

Jurusan sosiologi dan antropologi  FIS UNNES menjadi tuan rumah dalam kegiatan Rapat Kordinasi Nasional Asosiasi Profesi Peneliti dan Pendidik Sosiologi Indonesia (AP3SI) pada tanggal (11-12/10). Bertempat di Hotel Grasia Semarang, kegiatan ini dihadiri 14 Perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

Rakornas AP3SI ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FIS UNNES Drs Ngabiyanto, M.Si dalam sambutannya beliau menyampaikan, kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan hubungan kerjasama lintas Perguruan Tinggi di Indonesia. Implementasi nyata dari kegiatan kerjasama  tersebut bisa ditunjukan dengan dilaksanakanya pertukaran dosen lintas perguruan tinggi, kerjasama dalam PPG, pengembangan penelitian bersama, turut berpartisipasi dengan mengirimkan delegasi mahasiswa dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di Perguruan Tinggi.

Kegiatan Rakornas AP3SI ini secara garis besar menghasilkan beberapa rumusan diantaranya; penguatan kelembagaan lintas Perguruan Tinggi, Advokasi PPG, Olimpiade Guru Sosiologi Nasional, Seminar Internasional dengan Prosiding Terindek Scopus, dan Pengembangan Jurnal.

Public Lecture: Hans Antlov Berbicara Tentang Knowledge Sector Initiative-RTI International

Rabu (10/10) Jurusan Sosiologi dan Antropologi menyelenggarakan kegiatan Public Lecture dengan pembicara Hans Antlov (Knowledge Sector Initiative-RTI International). Dalam kesempatan ini Hans berbicara tentang “The Challenges in Contemporary Social Science Research”. Acara dimoderatori oleh Dr. Nugroho Trisnu Brata, M.Hum.

Kegiatan ini cukup menarik minat mahasiswa, banyak mahasiswa Sosant yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka sangat antusias dalam mengikuti jalannya acara yang diselenggarakan di Gd C7, Lt. 3 FIS ini.

Dalam ceramahnya Hans menyampaikan bawa “Arah pembangunan yang dicanangkan pemerintah saat ini adalah bagaimana membangun manusia dan peradabannya, dengan berbasis pada local knowledge. Segudang teori belum tentu sama dengan konsep kebenaran yang dikembangkan oleh masyarakat lokal. Dan mestinya bisa lebih banyak lagi local knowledge yang bisa dijadikan pertimbangan oleh pemerintah untuk perencanaan pembangunan ke depan. Oleh karena itu, kajian-kajian teoretik memang penting di dunia ini, akan lebih bermakna lagi jika teori-teori tersebut dibumikan, dan bermanfaat bagi perkembangan peradaban manusia”. Papar Hans.

Riset Bersama Sosant UNNES-Sosiologi UTM di Tanah Madura

Tanggal 25-28 September 2018 menjadi momen istimewa bagi UNNES dan Univ Trunojoyo Madura (UTM). Pada rentang waktu tersebut, telah dilakukan Riset Bersama tentang Sapi Sonok Madura di Desa Dempo Timur, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan. Sapi sonok sendiri merupakan salah satu bentuk aktualisasi sistem sosial budaya Madura yang khas. Kontes sapi sonok atau sapi cantik adalah sisi lain dari bagaimana sapi menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat pedesaan Madura, selain dari sapi kerapan.

Penelitian ini dipayungi oleh kegiatan Kuliah Lapangan Masyarakat dan Kebudayaan yang secara rutin dilakukan oleh Jurusan Sosiologi dan Antropologi UNNES pada tiap tahunnya. Kegiatan ini diikuti oleh 81 mahasiswa serta 6 dosen Sosant UNNES dan 20 mahasiswa beserta 4 dosen UTM.

Menurut koordinator Kuliah Lapangan , Hartati Sulistyo Rini, S.Sos, M.A., hal ini terlaksana bukan hanya sebagai bagian dari perkuliahan lapangan yg melatih mahasiswa utk melakukan penelitian lapangan. Adanya kolaborasi ini adalah juga bagian dari komitmen Jurusan Sosiologi dan Antropologi UNNES utk memperluas jejaring tri dharma perguruan tinggi sebagai modal sosial yang memperkuat kelembagaan dan kualitas penelitian.

Hasil dari riset ini akan disusun dan dipublikasikan bersama oleh kedua belah pihak. Riset ini diharapkan akan memperkuat khazanah kebhinekaan Indonesia dalam perspektif Sosiologi dan Antropologi.

Dr. Totok Rochana, M.A. resmi menjadi doktor ke – 9 di Sosant

Pak Totok bersama Tim Penguji

Setelah melalui perjuangan panjang dan tak kenal lelah, akhirnya salah satu dosen senior Jurusan Sosiologi dan Antropologi FIS UNNES, Pak Totok Rochana atau yang populer dengan panggilan Pak T.O. hari ini tanggal 30 Agustus 2018 menjalani Ujian Terbuka Promosi doktor di Program Pasca Sarjana UNNES, dan secara resmi berhak menyandang gelar doktor di Bidang Manajemen Pendidikan. Dengan demikian, saat ini dari 22 orang dosen Jurusan Sosant, 9 orang diantaranya telah menyandang gelar doktor dan menjadikan Sosant sebagai jurusan dengan jumlah doktor terbanyak di Fakultas Ilmu Sosial UNNES.

Selamat kepada Pak Totok , semoga keberadaan Doktor pendidikan yang baru akan semakin memperkuat Jurusan SOSANT dalam mendukung upaya revitalisasi LPTK yang telah dicanangkan UNNES.